Rabu, 01 Mei 2019

   
                                                                     KHATULISTIWA


             Dalam geografigaris khatulistiwa (dari bahasa Arabخط الاستواء) atau ekuator (dari bahasa Inggris equator) merupakan sebuah garis imajinasi yang digambar di tengah-tengah planet di antara dua kutub dan paralel terhadap poros rotasi planet. Garis khatulistiwa ini membagi Bumi menjadi dua bagian belahan bumi utara dan belahan bumi selatanGaris lintang ekuator adalah 0°. Panjang garis khatulistiwa Bumi adalah sekitar 40.070 km.

Khatulistiwa adalah garis khayal yang membentang mengelilingi Bumi dan membagi Bumi menjadi dua belahan yang sama yaitu kutub utara dan kutub selatan.
Daerah Khatulistiwa
Garis khatulistiwa atau nama lainnya adalah ekuator terletak pada lintang nol derajat Bumi dengan panjang garis sekitar 40,075 km. Di antaranya 78,7% adalah air dan 21,3% adalah daratan.
Terdapat 13 negara yang terletak di garis khatulistiwa, salah satunya adalah negara kita, Indonesia.
Di Indonesia ada 8 provinsi yang dilalui garis khatulistiwa yaitu Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, dan Papua.
Indonesia memiliki monumen yang menandakan titik ekuator tersebut, yaitu monumen yang ada di Kalimantan Barat tepatnya di Kota Pontianak.
Nama monumen itu adalah tugu khatulistiwa yang dibangun pada tahun 1928.
Tugu khatulistiwa dibangun oleh seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda. Tampilan tugunya pada saat itu hanya berupa tonggak berbentuk anak panah. Kemudian pada tahun 1990 tugu tersebut direnovasi dan hingga kini menjadi objek wisata di Kota Pontianak.

 Hasil gambar untuk tugu khatulistiwa  
  Keistimewaan Daerah Khatulistiwa
Keistimewaan tersebut antara lain, seluruh wilayah yang dilalui ekuator memiliki iklim tropis. Iklim tropis terletak antara 23 1/2° LU (Lintang utara) dan 23 1/2 LS (Lintang selatan) dan hampir 40% dari seluruh permukaan bumi.
Keistimewaan lainnya adalah curah hujan, suhu, dan kelembaban di daerah ini tergolong tinggi.
Hewan dan tumbuhan dapat hidup dengan baik dan beranekaragam jenis karena matahari terus bersinar sepanjang tahun.
Kulminasi atau equinox adalah peristiwa dimana ketika matahari berada di garis bujur tempat kita berdiri. Kulminasi ini terbagi dua, yaitu kulminasi atas dan kulminasi bawah. Kulminasi atas terjadi pada siang hari, saat pusat matahari benar-benar berada di garis bujur tempat kita berdiri. Sedangkan kulminasi bawah terjadi pada saat tengah malam, saat pusat matahari berada pada garis bujur  di sisi lain bumi tempat kita berdiri.
Kulminasi diperkirakan terjadi sekitar 21-23 Maret dan 21-23 September. Pada saat kulminasi terjadi dan kita sedang berada di daerah khatulistiwa, matahari akan ada tepat di atas kepala kita. Ini juga mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis. Kondisi permukaan bumi lebih panas dari biasanya.
Ketika kulminasitugu khatulistiwa Pontianak tidak memiliki bayangan. Banyak orang yang datang ke sana karena ingin melihat peristiwa ini secara langsung.

                                                                       AWAN

                 Awan adalah massa yang dapat dilihat dari tetesan air atau kristal beku tergantung di atmosfer di atas permukaan bumi atau permukaan planet lain. Awan juga massa terlihat yang tertarik oleh gravitasi, seperti massa materi dalam ruang yang disebut awan antar bintang dan nebula. Awan dipelajari dalam ilmu awan atau fisika awan, suatu cabang meteorologi.


Beikut adalah beberapa jenis-jenis awan:

Awan Rendah (kurang dari 2 km dari permukaan tanah)

  1. Awan Stratocumulus

Awan ini terletak sangat rendah sehingga dari tanah kita dapat melihatnya dengan jelas. Awan stratocumulus dapat menghasilkan hujan namun biasanya tidak lebat. Awan ini berbentuk bulat dengan gumpalan yang nampak berkumpul atau memisah secara teratur di langit dengan warna keabu-abuan.
Awan Stratocumulus
Awan Stratocumulus
  1. Awan Stratus

Awan stratus berbentuk lapisan tipis melebar pada langit dengan warna putih menuju keabu-abuan. Awan ini menandai kestabilan tekanan udara pada atmosfer. Awan stratus kerap muncul saat cuaca sangat panas dengan membawa hujan ringan berupa gerimis. Bentuk awan stratus sangat teratur di langit meski kadang ditemui bentuk yang pecah tak beraturan. Kadang awan stratus menjadi tebal dan menutup cahaya matahari dan bulan.
Awan Stratus
Awan Stratus
  1. Awan Nimbostratus

Awan nimbostarus berbentuk tebal dan cenderung tidak teratur dengan warna putih keabu-abuan. Awan ini kerap sekali menghasilkan salju maupun hujan. Karena memiliki tekstur yang tebal, nimbostarus kerap menutup cahaya matahari. Untuk daerah tropis awan ini menghasilkan hujan yang cukup tinggi, sedangkan di daerah subtropis hingga dingin mampu menghasilkan salju.
Nimbokumulus
Nimbostratus

Awan Sedang (2-6 km dari permukaan tanah)

  1. Awan Altocumulus

Awan Altocumulus berbentuk bulatan kecil-kecil seperti kapas yang menyebar luas di langit. Satu antara yang lain seperti terikat. Awan altocumulus memiliki warna putih hingga abu-abu. Persebaran awan ini sangat teratur di langit dan dapat menyelimuti sebagian besar permukaan langit. Munculnya awan altocumulus terkadang menandakan akan terjadinya hujan deras disertai petir.
Awan Altocumulus
Awan Altocumulus
  1. Awan Altostratus

Awan Altostratus banyak sekali mengandung butiran air. Oleh karena itu awan ini dapat menghasilkan hujan ringan dan virga (hujan yang tak sampai ke tanah). Secara fisik, awan ini berbentuk lembaran-lembaran tipis dan membentuk jalur-jalur berwarna keabu-abuan. Awan ini menutup sebagian besar permukaan langit, meski beberapa bagian masih dapat ditembus oleh cahaya matahari. Terbentuknya awan ini biasanya saat senja dan malam hari lalu akan perlahan hilang jika siang datang dengan matahari yang terik.
Altostratus
Altostratus

Awan Tinggi (6-12 km dari permukaan tanah)

  1. Awan Cirrus

Awan ini kerap menandakan hari-hari dengan cuaca yang baik dan cerah. Awan ini memiliki struktur yang sangat halus seperti serat, berbentuk seperti bulu burung. Selain itu awan cirrus juga sering berbentuk seperti pita yang melengkung di langit seakan-akan bertemu pada beberapa titik di ufuk. Awan cirrus sering mengandung kristal es sehingga awan ini sangat jarang sekali menghasilkan hujan. Awan ini kerap menghalau cahaya matahari atau bulan sehingga menimbulkan fenomena alam halo. Fenomena ini terjadi akibat kristal es dalam awan cirrus yang membiaskan sinar matahari sehingga membentuk lingkaran cincin yang mengelilingi matahari.
Cirrus
Cirrus
  1. Awan Cirrostratus

Awan cirrostratus memiliki warna agak kelabu dan bertekstur sangat halus saat berada di atmosfer. Bentuknya kadang menyerupai anyaman tidak teratur. Awan ini memiliki serabut-serabut tipis yang menyerupai cadar dan dapat menutup sebagian isi langit. Awan cirrostratus mengandung kristal es yang banyak karena letaknya yang sangat tinggi di atmosfer. Pada keadaan tertentu, awan cirrostratus akan menebal dan membuat fenomena halo (lingkaran pada matahari atau bulan).
Cirrostratus
Awan Cirrostratus
  1. Awan Cirrocumulus

Jenis awan cirrocumulus memiliki bentuk putus-putus teratur seperti gerombolan domba atau sisik ikan yang sangat tipis di langit. Karena letaknya yang sangat tinggi, awan ini menyimpan banyak sekali kristal es dan tetesan air yang sangat dingin. Karena susunan yang teratur ini para pelaut menyebut awan ini gerombolan ikan mackerel di langit.
Cirrocumulus
Awan Cirrocumulus
Awan Dengan Perkembangan Vertikal (450 m –  km dari permukaan tanah)
  1. Awan Cumulus
Awan ini berbentuk memanjang ke atas dan tebal. Terdapat puncak tertinggi dari awan. Awan cumulusterjadi karena tekanan udara di atmosfer sedang labil. Jika keadaan ini terus berlanjut, maka awan ini bisa tumbuh dan berubah menjadi awan cumulonimbus. Kandungan awan cumulus adalah butiran air serta es yang sangat dingin. Pada bagian yang terkena cahaya matahari akan kita lihat kilauan berwarna putih.
Awan Cumulus
Awan Cumulus
  1. Awan Cumulonimbus
Awan ini adalah perkembangan dari awan cumulus dengan bentuk menjulang ke atas seperti kubah. Awan cumulonimbus berwarna abu-abu hingga gelap. Awan ini erat hubungannya dengan hujan deras yang disertai angin dan petir. Awan cumulonimbus kerap disebut awan yang berbahaya karena di dalamnya terdapat banyak sekali muatan-muatan listrik.
Awan Cumulonimbus
Awan Cumulonimbus
                          
                                                     ATMOSFER BUMI
       

            Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di Bumi,atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan Bumi.(sumber:http//id.wikipedia.org)
            

Lapisan atmosfer berdasarkan temperaturnya

lapisan atmosfer
lapisan atmosfer (medium.com)
Berdasarkan temperaturnya, lapisan atmosfer terdiri atas lima bagian, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer.

1. Troposfer

lapisan troposfer
ilustrasi lapisan troposfer (pixabay.com)
Troposfer adalah lapisan udara yang menempel di permukaan bumi. Lapisan ini merupakan lapisan terendah dari semua lapisan atmosfer yang ada. Di atas khatulistiwa, lapisan ini mencapai ketinggian 19 km. Sedangkan diatas kutub mencapai ketinggian 8 km.
Di dalam lapisan troposfer merupakan tempat segala jenis cuaca, segala perubahan suhu, hembusan angin, tekan dan kelembapan yang bisa secara langsung kita rasakan. Oleh karena itu di lapisan inilah letak terjadinya peristiwa cuaca, mulai dari hujan, angin, salju, kemarau, dan lain sebagainya.
Karakteristik lapisan troposfer adalah sebagai berikut.
  1. Temperatur makin turun seiring dengan bertambahnya ketinggian. Tiap naik 100 m, temperatur udara berkurang 0,60
  2. Di dalam lapisan troposfer terdapat gejala cuaca seperti terjadinya hujan, angin, halilintar, munculnya pelangi, dan halo. Oleh karena itu, lapisan ini sangat penting bagi kehidupan di bumi.
Puncak troposfer dibatasi oleh lapisan tropopause, yaitu lapisan pembatas antara troposfer dan stratosfer. Puncak troposfer memiliki temperatur mencapai minus 600 C.

2. Stratosfer

lapisan stratosfer
ilustrasi pesawat sedang terbang di lapisan stratosfer (pixabay.com)
Lapisan stratosfer berada di atas tropopause sampai ketinggian 50 km. Di dalam lapisan ini angin berhembus sangat kencang dan memiliki pola aliran tertentu. Di stratosfer merupakan tempat terbangnya pesawat.
Di dalam stratosfer terdapat lapisan yang sangat penting, yaitu lapisan ozon. Ozon merupakan gas yang mengandung banyak unsur kimia dan bersifat racun bagi makhluk hidup.
Secara umum, di dalam lapisan stratosfer inilah sinar ultra violet disaring dan diserap karena mengandung lapisan ozon yang sampai sekitar 90%. Sehingga sinar ultra violet yang masuk kedalam permukaan bumi tidak berlebihan yang dapat menyebabkan banyak kerugian.
Lapisan ini dibagi lagi menjadi dua lapisan, yaitu lapisan isothermal dan lapisan inversi.
  1. Lapisan isothermal berasal dari kata iso yang berarti sama dan term yang berarti panas. Artinya adalah temperatur udaranya tetap, yaitu sekitar -600 Lapisan ini terdapat pada ketinggian 11-20 km.
  2. Lapisan invesi terdapat pada ketinggian 20-50 km. Makin keatas temperaturnya makin meningkat dan pada ketinggian 50 km temperaturnya masih dibawah beku (-50 C). Kenaikan temperatur udara pada lapisan ini karena terdapat gas ozon. Puncak stratosfer di batasi oleh lapisan stratopause, yaitu batas antara stratosfer dan mesosfer.

3. Mesosfer


ilustrasi meteor yang bergesekan dengan lapisan mesosfer (pixabay.com)
Ketinggian mesosfer antara 50-85 km dengan ciri makin ke atas, temperatur udara makin rendah. Setiap kenaikan 1000 m, temperatur udara turun 2,50-30 C. pada mesosfer bagian atas, temperaturnya mencapai -900 C. Puncak mesosfer dibatasi oleh lapisan mesopause.
Pada bagian lapisan yang satu ini merupakan bagian yang dapat mengikis benda-benda langit yang masuk ke dalam permukaan bumi. Diantaranya adalah komet, meteor, debu angkasa, atau benda-benda asing angkasa yang lainnya.
Proses pengikisan benda-benda tersebut adalah dengan terkikis sedikit demi sedikit dan terbakar karena bergesekan dengan udara yang terkandung di dalam lapisan ini.
Bisa kita ambil kesimpulan bahwa di lapisan atmosfer inilah menjadi benteng perlindungan pertama muka bumi dari ancaman benda-benda asing luar angkasa sebagaimana yang sudah disebutkan tadi.
Namun  jika benda asing luar angkasa tadi memiliki ukuran yang sangat besar, lapisan atmosfer ini sifatnya dapat mengurangi ukuran benda tersebut hingga menjadikannya tidak terlalu berdampak yang terlalu besar ketika sampai ke muka bumi.

4. Termosfer

lapisan atmosfer
aurora yang terbentuk di dalam lapisan termosfer (pixabay.com)
Lapisan ini terletak pada ketinggian 85-500 km. Lapisan atmosfer yang satu ini dinamakan juga lapisan panas (hot layer). Karena pada lapisan ini terjadi transisi kenaikan temperatur yang sangat tinggi.
Temperatur lapisan ini 90-5000 C. Tinggi temperatur tersebut disebabkan molekul oksigen mengabsorpsi (menyerap) radiasi energi surya. Radiasi ini mengakibatkan sebuah reaksi kimia yang membentuk lapisan bermuatan listrik.
Sebelum satelit dikenal, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio. Karena lapisan atmosfer ini dapat memantulkan gelombang radio.

5. Eksosfer

Lapisan ini merupakan lapisan atmosfer yang terletak paling luar. Lapisan eksosfer berada pada ketinggian 500 km ke atas. Pada lapisan ini, molekul-molekul udara bergerak dengan cepat dan pengaruh gaya  grafitasi bumi sudah jauh berkurang. Sehingga gesekan-gesekan benda diudara sudah jarang terjadi. Pengaruh angkasa luar sudah terasa.
lapisan atmosfer
ilustrasi lapisan atmosfer (commons.wikimedia.org)

Lapisan atmosfer berdasarkan jenis dan kondisi gas

Berikut ini adalah lapisan atmosfer berdasarkan jenis dan kondisi gas.

1. Lapisan Ozon (ozonosfer)

Lapisan ozon terdapat pada ketinggian 15-35 km. Ozon terdapat pada seluruh atmosfer bagian bawah, tetapi kebanyakan gas ini terkonsentrasi pada lapisan stratosfer, yaitu pada ketinggian 15-35 km. Ozon sendiri tidak stabil karena sudah terurai di bawah pengaruh radiasi atau bertumbukan dengan atom oksigen (O).
Secara alamiah pada ketinggian 15-35 km terjadi pembentukan dan penguaraian ozon dari oksigen diatomik dan monotomik dengan bantuan (penyerapan) radiasi ultraviolet.
Lapisan ozon adalah penyerap utama radiasi sinar ultraviolet. Sehingga, ketika sinar ultraviolet sampai di permukaan bumi tidak berbahaya bagi makhluk hidup. Jika radiasi ultraviolet sampai ke permukaan bumi maka dapat mengakibatkan luka bakar, kanker kulit, dan kebutaan bagi manusia, serta dapat menimbulkan gangguan generatif dan produktivitas tumbuhan dan hewan.
Lapisan ozon mengalami kerusakan karena gas CFC (Chloro Fluoro Carbon), yaitu gas untuk bahan pendingin AC, kulkas, dan hairspray. Kerusakan lapisan ozon menyebabkan terbentuknya daerah minim (tanpa) O3 sehingga lapisan ini seolah-olah berlubang dan dinamakan lubang ozon.
Akibatnya, suhu udara dibumi bertambah panas dan mengakibatkan gangguan iklim.

2. Lapisan Ionosfer

Lapisan ionosfer berada pada ketinggian 60-600 km. Ionosfer terdiri atas atom-atom dan molekul yang kehilangan satu atau lebih elektron sehingga terbentuk ion. Oleh karena itu, lapisan ini dinamakan lapisan ionosfer. Lapisan ini sangat bermanfaat di bidang komunikasi karena lapisan ionosfer dapat memantulkan kembali gelombang radio. Ionosfer terdiri atas tiga lapisan, yaitu lapisan D, lapisan E, dan lapisan F.
  1. Lapisan D ; berada pada ketinggian 60-120 km. Lapisan ini memantulkan kembali gelombang AM ke bumi.
  2. Lapisan E ; berada pada ketinggian 120-180 km. Lapisan ini juga memantulkan kembali gelombang AM.
  3. Lapisan F ; berada apda ketinggian 180-600 km. Lapisan ini memantulkan kembali gelombang pendek.

Kandungan Lapisan Atmosfer

Di awal artikel sudah sedikit disinggung mengenai gas-gas yang terkandung dalam lapisan atmosfer. Campuran gas yang terkandung dalam atmosfer secara rinci adalah sebagai berikut.
Gas
Simbol
Volume %
Nitrogen
N2
78,08
Oksigen
O2
20,95
Argon
Ar
0,93
Karbondioksida
CO2
0,035
Neon
Ne
0,0018
Methan
CH4
0,00017
Helium
He
0,0005
Hidrogen
H2
0,00005
Xenon
Xe
0,000009
Ozon
O3
0,000004
Tabel diatas menunjukkan bahwa nitrogen dan oksigen merupakan bagian terbesar gas yang terdapat pada lapisan atmosfer. Jumalah totalnya mencapai 99,03%. Sisanya adalah berbagai gas yang berjumalah sangat kecil.
Walaupun berjumlah sangat kecil, beberapa gas mempunyai peran yang sangat penting bagi kehiudpan makhluk hidup di bumi. Misalnya adalah ozon dan karbondioksida.

Fungsi Lapisan Atmosfer

Setelah tuntas membahas seluruh lapisan atmosfer, mari kita bahas fungsi dan manfaat atmosfer bagi bumi. Fungsi-fungsi dari lapisan atmosfer adalah sebagai berikut.
1. Atmosfer berperan dalam sebuah proses perdistribusian air ke berbagai wilayah yang ada di muka bumi. Peristiwa tersebut biasa disebut dengan siklus hidrologi. Dalam hal ini peran atmosfer adalah sebagai penampung dan penyimpan uap air yang menguap karena terpapar oleh sinar matahari.
2. Sebagai benteng bagi bumi untuk mengurangi efek berbahaya radiasi sinar ultra violet yang dipancarkan oleh matahari. Sedangkan di malam harinya berfungsi sebagai pengatur suhu di bumi agar selalu stabil.
3. Sebagai benteng bagi bumi dari benturan-benturan yang disebabkan oleh benda-benda angkasa. Ketika ada benda angkasa yang masuk menuju permukaan bumi, atmosfer berperan sebagai benteng pertahanan. Sehingga kemungkinan benda-benda langit tersebut sudah hancur sebelum masuk ke permukaan bumi.
4. Sebagai sumber oksigen dan karbon dioksida. Oksigen memiliki peran yang sangat vital bagi kehidupan manusia yang tidak bisa tergantikan dengan apapun. Sedangkan kaorbon dioksia berperan untuk tumbuh-tumbuhan untuk memproduksi makanan melalui proses fotosintesis. Dari proses fotosintesis tumbuhan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh manusia.
5. Sebagai pengatur lalu lintas satelit bumi, baik satelit alami bumi yang berupa bulan maupun satelit-satelit buatan.
6. Membantu proses penyebaran spora tumbuhan.
7. Sebagai perantara gelombang suara.
8. Sebagai pembangkit listrik. Yaitu pembangkit listrik tenaga angin yang terkandung dalam atmosfer. (sumber:https://lamosea.com/lapisan-atmosfer/)

                                                                         KHATULISTIWA              Dalam  geografi ,  garis khatulistiwa...